PENGARUH MEDIA SOSIAL TERHADAP TRADISI KEBUDAYAAN MUDIK DI KALANGAN MAHASISWA UNPRI MEDAN

PROSIDING SEMINAR NASIONAL FAKULTAS BAHASA DAN KOMUNIKASI UNIVERSITAS HARAPAN MEDAN, ISBN: 978-623-7186-02-1

Rabu, 31 Juli 2019 15:44 | Sudah dibaca 20 kali

Pulang Kampung yang terkenal dengan istilah Mudik telah menjadi fenomenal di Indonesia terutama selama Hari Hari Raya Idul Fitri, yang kebanyakan dilakukan oleh masyarakat Muslim. Tradisi ini mengandung dimensi seperti spiritual, psikologis dan sosial sebagai implikasi suatu heteronomi budaya. Kebanyakan dari mereka bermigrasi ke perkotaan dari daerah pedesaan untuk mendapatkan pendidikan yang lebih tinggi atau untuk mencari pekerjaan yang dihormati, mereka selalu mudik untuk sekedar melepas rindu bertemu orang tua/kerabat atau untuk menunjukkan kesuksesan yang telah mereka peroleh. Media sosial telah berkembang pesat dan menjadi saluran normal dan alat yang kuat bagi warga untuk berkomunikasi dan membawa pesan yang berpengaruh di masyarakat. Dengan demikian, penelitian ini mengidentifikasi pengaruh penggunaan media sosial di kalangan mahasiswa di era milenial terhadap tradisi mudik. Studi ini berfokus pada kalangan mahasiswa di beberapa Fakultas yang tersedia di Universitas Prima Indonesia Medan (UNPRI), karena mereka adalah tipe mahasiswa perantauan yang sering memanfaatkan kegunaan dan fungsi dari media sosial serta memiliki lebih banyak pengetahuan tentang fitur dan sisi teknis dari alat tersebut. Masing-masing, ada 250 kuesioner yang dibagikan kepada mahasiswa di tiga fakultas di UNPRI Medan untuk tujuan penelitian ini. Dari penelitian ini diperoleh bahwamedia social hanya sedikit berpengaruh terhadap tradisi mudik.

Kata Kunci: Mudik, Media Sosial, Pulang Kampung