Peranan Koperasi dan Penyuluhan Terhadap Manajemen Usaha Pertanian Masyarakat

Jurnal Manajemen LMII, Volume 1, No. 1, Januari 2015

Senin, 21 Desember 2015 08:20 | Sudah dibaca 573 kali

Kondisi pertanian di Indonesia hingga saat ini masih belum dapat menunjukan hasil yang maksimal, hal tersebut dikarenakan kurangnya peranan pemerintah. Fenomena anjloknya harga hasil pertanian di tingkat petani yang berulang setiap tahun yang menyebabkan masyarakat petani tidak dapat bangkit dari keterpurukan apalagi kalau kita dengar lagi bahwa petani sangat susah dalam memperoleh pupuk yang gunanya untuk memperbaiki struktur tanah sehingga tanaman pertanian tidak dapat menghasilkan apa yang diharapkan petani.

Pembangunan pertanian di Indonesia dianggap penting dari keseluruhan pembangunan nasional. Ada beberapa hal yang mendasari mengapa pembangunan pertanian di Indonesia mempunyai peranan penting, antara lain: potensi sumber daya alam yang besar dan beragam, pangsa terhadap pendapatan nasional yang cukup besar, besarnya pangsa terhadap ekspor nasional, besarnya penduduka Indonesia yang menggantungkan hidupnya pada sektor ini, dan perannya dalam penyediaan pangan masyarakat dan menjadi basis pertumbuhan di pedesaan.

Dengan pertumbuhan dan perkembangan usaha tani tersebut seiring dengan berjalannya waktu sangat diperlukan peran dari koperasi dalam memberikan pinjaman modal sehingga masyarakat petani dapat lebih meningkatkan usaha pertaniannya.

Pemerintah diharapkan agar dapat memberikan perhatian dengan membina tenaga penyuluhan pada bidang pertanian. Penyuluhan dapat menjadi sarana kebijaksanaan yang efektif untuk mendorong pembangunan pertanian dalam situasi petani tidak mampu mencapai tujuannya karena keterbatasan pengetahuan dan wawasan.

Kata Kunci: Koperasi, Penyuluhan, dan Usaha Tani