Peranan Koperasi dan Penyuluhan Terhadap Manajemen Usaha Pertanian Masyarakat

Jurnal Manajemen STIE-LMII Medan Vol. 1 No. 1, Januari 2015 ISSN: 2301-6256

Rabu, 09 November 2016 12:02 | Sudah dibaca 551 kali

Kondisi pertanian di Indonesia hingga saat ini masih belum dapat menunjukkan hasil yang maksimal, hal tersebut dikarenakan kurangnya peranan pemerintah. Fenomena anjloknya harga hasil pertanian di tingkat petani yang berulang setiap tahun yang menyebabkan masyarakat petani tidak dapat bangkit dari keterpurukan apalagi kalau kita dengar lagi bahwa petani sangat susah dalam memperoleh pupuk yang gunanya untuk memperbaiki struktur tanah sehingga tanaman pertanian tidak dapat menghasilkan apa yang diharapkan petani.

Pembangunan pertanian di Indonesia dianggap penting dari keseluruhan pembangunan nasional. Ada beberapa hal yang mendasari mengapa pembangunan pertanian di Indonesia mempunyai peranan penting, antara lain: potensi sumber daya alam yang besar dan beragam, pangsa terhadap pendapatan nasional yang cukup besar, besarnya pangsa terhadap ekspor nasional, besarnya penduduk Indonesia yang menggantungkan hidupnya pada seklor ini, dan perannya dalam penyediaan pangan masyarakat dan menjadi basis pertumbuhan di pedesaan.

Dengan pertumbuhan dan perkembangan usaha tani tersebut seiring dengan berjalannya waktu sangat diperlukan peran dari koperasi dalam memberikan pinjaman modal sehingga masyarakat petani dapat lebih msningkatkan usaha pertaniannya.

Pemerintah diharapkan agar dapat memberikan perhatian dengan membina tenaga penyuhan pada bidang pertanian. Penyuluhan dapat menjadi sarana kebijaksanaan yang efektif untuk mendorong pembangunan pertanian dalam situasi petani tidak mampu mencapai tujuannya karena keterbatasan pengetahuan dan wawasan.

Kata Kunci: Koperasi, Penyuluhan, Usaha Tani