Uji Efektivitas Kardioprotektif Ekstrak Etanol Kunyit (Curcuma Longa Linn.) Pada Tikus Wistar (Rattus Norvegicus ) Jantan Yang Diinduksi Doxorubicin

Jurnal Kesmas, Vol 7 No 1 Feb 2020

Rabu, 28 April 2021 11:41 | Sudah dibaca 537 kali

Kejadiaan kardiotoksisitas paling banyak disebabkan penggunaan obat-obatan kemoterapi, dengan golongan obat anthracyclines yaitu 86,8. Salah satu obat golongan anthracyclines yang sering digunakan adalah doxorubicin. Kunyit dengan nama ilmiah Curcuma longa linn termasuk salah satu tanaman obat, senyawa utama adalah curcumin dianggap mampu untuk menurunkan resiko serangan jantung. Tujuan penelitian ini menguji efektivitas kardioprotektif ekstrak etanol kunyit (curcuma longa linn.) pada tikus wistar (rattus norvegicus) jantan yang diinduksi doxorubicin. Jenis penelitian ini eksperimental, di Laboratorium Farmakologi Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara, November 2020. Simpualan bahwa ekstrak etanol kunyit memiliki kemampuan untuk menurunkan kadar biomarker kerusakan jantung yaitu CK-MB dan LDH yang diinduksi dengan doxorubicin, pemberian dosis ekstrak etanol kunyit secara bertahap meningkat dapat mengurangi kejadian kerusakan sel jantung, dimana yang paling efektif pada dosis EEK 500 mg/kg BB. Ekstrak etanol kunyit memiliki efek kardioprotektif yang diinduksi dengan doxorubicin. Pemberian ekstrak etanol kunyit dapat memperbaiki jaringan organ jantung yang diinduksi dengan doxorubicin berdasarkan gambaran histologi jantung. Diharapkan peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian terhadap efek toksik pemberian ekstrak etanol kunyit terhadap jantung tikus yang dilakukan secara subkronis. Kata kunci: Ekstrak etanol kunyit, kardioprotektif, doxorubicin.

Kata Kunci: Karya Ilmiah