ANALISIS PENGARUH PROSES PEMBANGUNAN TERHADAP DEGRADASI LINGKUNGAN DI INDONESIA

Jurnal Manajemen Prima, Volume VI, Nomor I, Januari 2016

Rabu, 13 September 2017 15:05 | Sudah dibaca 744 kali

Meningkatnya perhatian kepada isu-isu energi global telah mendorong berkembangnya penelitian tentang keterkaitan antara sektor energi dan kinerja ekonomi di suatu negara atau kawasan. Berbagai model analisis empiris telah diadopsi untuk mengkaji hubungan ini. Sebagian besar literatur tentang energi dan pembangunan ekonomi membahas bagaimana pembangunan mempengaruhi penggunaan energi, dan bukan sebaliknya. Selama ini para ekonom memandang pertumbuhan ekonomi sebagai pendorong utama permintaan energi. Hanya negara- negara maju dengan tingkat kapasitas inovasi tinggi yang mampu mengurangi konsumsi energi tanpa disertai penurunan pertumbuhan ekonomi. Energi memang sangat diperlukan dalam menjalankan aktivitas perekonomian Indonesia, baik untuk kebutuhan konsumsi maupun untuk aktivitas produksi berbagai sektor perekonomian. Namun bukan hanya kaitannya terhadap proses pembangunan ekonomi, penggunaan energi konvensional berbasis fosil juga mempunyai implikasi penting bagi kelestarian lingkungan hidup. Polusi dan perubahan iklim global merupakan beberapa contoh dari dampak negatif penggunaan konsumsi energi berbasis fosil secara massif di dunia. Sebagai gambaran, sektor energi memegang peranan dominan dalam masalah pemanasan global, karena 56,6 persen emisi karbondioksida (CO ) dunia dihasilkan dari sektor energi. Dapat dikatakan bila pembangunan ekonomi tidak memperhatikan daya tahan dan fungsi lingkungan hidup, bisa dipastikan degradasi lingkungan di Indonesia akan terus meningkat. Pembangunan yang terus berorientasi dalam mengejar pertumbuhan seringkali mengabaikan aspek pengelolaan lingkungan. Pembangunan yang bertujuan mensejahterakan masyarakat, pada akhirnya justru menjadi perusak sistem penunjang kehidupan (dalam hal ini lingkungan hidup). Sehingga pembangunan ekonomi yang dilakukan untuk mewujudkan kesejahteraan akhirnya semakin tidak bermakna. Tujuan dari penelitian ini untuk meneliti hubungan konsumsi energi dan pertumbuhan ekonomi di Indonesia dalam PDB untuk periode 1990 sampai dengan 2012 dan selanjutnya untuk mengetahui bagaimana pengaruh konsumsi energi dan PDB terhadap emisi CO2. Berdasarkan uji Granger Causality dan LSM (Least Square Methode), hasilnya menunjukkan bahwa ada pengaruh PDB terhadap EC (Konsumsi Energi) terjadi pada sektor industri dan sektor rumah tangga & komersial namun tidak terjadi pada sektor transportasi dan sektor lain-lain. Selain itu, pengaruh EC (Konsumsi Energi) terhadap PDB terjadi pada sektor industri, sektor rumah tangga & komersial dan sektor transportasi namun tidak terjadi untuk sektor lain-lain. Untuk pengaruh konsumsi energi terhadap emisi CO2 nilainya bervariasi pada masing-masing sektor. Untuk sektor industri, pengaruhnya berhubungan terbalik. Nilai yang paling berpengruh signifikan adalah pada sektor transportasi. Sedangkan untuk pengaruh PDB terhadap CO2, pengaruhnya berhubungan terbalik. Artinya, semakin tinggi PDB maka tidak diikuti meningkatnya CO2. Penemuan ini memberikan implikasi kebijakan bagi pemerintah agar menjadikan perekonomian di Indonesia berbasis produksi, bukan hanya sekedar berbasis konsumsi. Selain itu perlu adanya kerjasama dari semua pihak untuk mewujudkan pembanguanan ekonomi yang berkelanjutan sehingga penggunaan konsumsi energi yang merupakan penopang pertumbuhan ekonomi tidak memberikan dampak yang semakin buruk bagi lingkungan.

Kata Kunci: PDB, Konsumsi Enegi, Emisi CO , Granger Causality, LSM (Least Square Method