Buku Referensi : DAUN SIRIH MERAH Manfaat Untuk Kesehatan

UNPRI PRESS, 2020, ISBN : 978-623-91085-9-5

Rabu, 18 Maret 2020 15:54 | Sudah dibaca 870 kali

Familia terbesar di Piperales adalah Piperaceae. Piperaceae adalah familia dari lada dalam ordo Piperales, secara komersial penting karena tumbuhan Piper Nigrum, sumber lada hitam dan putih. Familia ini terdiri memiliki sekitar 5 genera, yaitu yang paling terkenal adalah Piper (sekitar 2.000 spesies) dan Peperomia (sekitar 1.600 spesies). Tanaman ini tumbuh sebagai tumbuhan, tanaman merambat, semak, dan pohon dan tersebar luas di seluruh daerah tropis dan subtropis. Daun dari familia Piperaceae, yang memiliki rasa pedas dan tumbuh liar. Spesies Piper sebagian besar adalah semak, tanaman merambat kayu, dan pohon-pohon kecil. Banyak digunakan dalam obat-obatan dan makanan dan minuman sebagai bumbu dan bumbu (Britannica, 2015). Tanaman sirih-sirihan (Piper, familia: Piperaceae) banyak ditanam oleh masyarakat di halaman-halaman dekat pohon kelintang, kuda-kuda, dedap, randu dan lain sebagainya. Tergolong kedalam tanaman yang memanjat. Daunnya berbentuk jantung atau bulat-telur. Bunganya berbentuk bulir (Sudarman & Harsono, 1968). Tanaman sirih-sirihan banyak dimanfaatkan masyarakat sebagai tanaman hias, sayuran, rempah-rempah, ramuan obat, maupun sebagai perlengkapan (uborampe) dalam upacara-upacara adat. Di dunia terdapat sekitar 700 jenis Piper (Potzernheim, 2006), 1000 jenis (Chaveerach, 2006) bahkan menurut Jones dan Luchsinger (1986), terdapat antara 1400 – 2000 jenis Piper dari berbagai negara. Di Pulau Jawa, terdapat sekitar 23 jenis Piper (Backer, 1965). Piper tumbuh di ketinggian 0 – 2500 m, dan hanya beberapa jenis yang tumbuh di ketinggian di atas 3000 m (Quijano, 2016). Piper adalah kelompok terpenting dan terbesar dalam family Piperaceae, yang terdiri dari hamper 3000 jenis, ditemukan di sepanjang daerah sub tropika dan tropika. Sejauh ini diketahui terdapat sekitar 108 jenis berasal dari sub benua india (Rahiman & Nair, 1991). Di Indonesia, sirih-sirihan merupakan tanaman yang populer untuk obat, antara lain: lada/merica (Piper nigrum L.) sebagai antimikroba, antihipertensi, antiasma, antiinflamasi, hepatoprotektif dan antioksidan (Damanhouri, 2014), sirih (Piper betle L.) sebagai antidiabetes, inhibisi platelet, imunomodulator, antioksidan, dan antikanker (Bhalerao, 2013), cabe Jawa (Piper longum L.) sebagai analgesik, antioksidan, antiinflamasi, imunomodulator, antidiabetes, dan antiasma (Dhanalakshmi, 2017) dan kemukus (Piper cubeba L.f.) sebagai antioksidan (Nahak, 2011). Tumbuhan ini daunnya mengandung zat-zat seperti betelfenol, chavicol, seskuiterpen, pati, diatase, gula, dan samak. Tumbuhan ini biasa di konsumsi dan memiliki manfaat sebagai obat asma, bisul, batuk, encok, hidung berdarah (mimisan), kepala pusing, air susu terlalu banyak keluar, trachoma, radang selaput lender mata, batuk kering, bau tidak sedap pada mulut, keputihan, gusi bengkak (getahnya), radang tenggorokan (daun dan minyaknya) (Sudarman & Harsono, 1968). Sirih merah merupakan tanaman asli Peru (Macbride, 1936), kemudian menyebar ke beberapa wilayah di dunia, termasuk Indonesia. Sirih merah ditemukan di kawasan pulau Sulawesi dari tahun 2001 sampai 2010 dilaporkan adanya bukti koleksi sirih merah (Inggit dan Esti, 2011). Sirih merah merupakan tanaman semak, batang bersulur dan beruas, dengan jarak buku antara 5-10 cm, dan pada setiap buku tumbuh bakal akar. Daun bertangkai, berbentuk ellips, acuminatus, sub acutus pada basalnya dengan bagian atas meruncing, tepi rata, mengkilap atau tidak berbulu. Panjangnya 9-12 cm dan lebarnya 4-5 cm. Urat daun pinnatus dari separuh bagian bawah, urat daunnya 4-5 x 2, bullulatus-lacunosa. Petiolus, panjang 10 mm, spike panjang 90-110 mm, tebal 5 mm (Macbride, 1936). Daun bagian atas berwarna hijau tua, dengan daerah sekitar tulang daun keperakan, dan bagian bawah berwarna ungu. Daun berlendir, berasa pahit dengan bau kurang spesifik. Dalam pengobatan tradisional, sirih merah banyak dimanfaatkan untuk pengobatan hipertensi, radang liver, radang prostat, radang mata, keputihan, maag, kanker payudara, nyeri sendi, penurun dan pengontrol kadar gula darah, kosmetika, obat gangguan jantung, TBC tulang, keputihan akut, tumor payudara, antiseptik untuk mengeliminasi mikroorganisme dari kulit atau luka, misal disebabkan oleh Candida albicans. Sebagai obat kumur dapat membantu mencegah pembentukan plak gigi dan radang gusi, obat batuk ekspektoran

Kata Kunci: Buku Referensi, ISBN : 978.623.91085.9.5